09/12/2022.
yang menjemput di kala malam remang serta udara dingin karena guyuran hujan.
Malam Desember
Malam itu, aku terduduk sendirian diantara anak tangga
depan tempat penjahitan baju langgananku, tidak bisa pulang karena terjebak
dengan air yang menetes dahsyat dari langit ke tanah. Sepertinya semesta tahu
jika ada sesuatu yang jatuh dengan dahsyat juga pada saat itu, bukan hujan,
bukan juga alunan musik yang terdengar di telinga ku karena aku menggunakan headphones yang menancap pada gawaiku.
Namun, sesuatu yang jatuh dengan dahsyat pada saat itu adalah pikiranku, alunan
musik juga termasuk sih, alunan musik ini malah yang membawaku jatuh lebih
dalam pada kenangan masa lalu. Jika kalian tanya mengapa aku ke tempat
penjahitan baju, ya pada saat itu memang jadwal dimana aku harus mengambil
pakaian-pakaian yang awalnya sudah aku titipkan dua minggu yang lalu di tempat
itu. Aku juga tak sadar jika aku juga menjahitkan sweater milik kakak kelasku yang dipinjamkan olehnya kepadaku,
namun sampai satu tahun pun aku masih belum ada keberanian untuk mengembalikan
barang itu pada pemiliknya. Entahlah, setiap aku ingin mengembalikannya, aku selalu melihat
pemandangan yang membuatku mengurungkan niatku untuk mengembalikannya. Tapi
jika diingat-ingat kejadian malam hari itu di tahun lalu, aku cukup berani
untuk memulai pembicaraan dengan kakak kelas itu, bahkan ia saja meminjamkan sweater-nya itu karena khawatir aku
kedinginan karena malam itu sedang hujan. Lucu ya, di tahun lalu, malam tanggal
3 Desember, aku memperhatikan langit hujan bersama lelaki yang ku suka, tetapi
sekarang malah sendirian. Rasanya aku ingin tanya kepada semesta, apa tanggal 3
Desember ini harus selalu hujan setiap tahun ya? Jika begitu, aku khawatir akan
tenggelam dalam masa laluku sendiri. Omong-omong, sweater itu tidak rusak, tidak sobek, hanya saja ada jahitan yang
terbuka, entahlah karena sudah terlalu lama kusimpan dalam lemari atau memang sweater itu merindukan pemiliknya jadi
aku memutuskan untuk membenarkannya kepada Bi Imah, penjahit langgananku.
Sebenarnya, aku ingin membenarkan jahitan itu sendiri, tetapi aku ragu, takut
jika akan lebih parah hasilnya. Hasil tangan Bi Imah memang selalu bagus,
buktinya saja sweater itu sudah
terlihat seperti pertama kali aku pakai pada malam tahun lalu.