Perkenalkan, 'Kopitiam'.

Perkenalkan.

Kamis, 27 April 2023

09/12/2022.

 09/12/2022. 

Kisah yang terinspirasi ketika aku menunggu taksi online 

yang menjemput di kala malam remang serta udara dingin karena guyuran hujan.


Malam Desember

Malam itu, aku terduduk sendirian diantara anak tangga depan tempat penjahitan baju langgananku, tidak bisa pulang karena terjebak dengan air yang menetes dahsyat dari langit ke tanah. Sepertinya semesta tahu jika ada sesuatu yang jatuh dengan dahsyat juga pada saat itu, bukan hujan, bukan juga alunan musik yang terdengar di telinga ku karena aku menggunakan headphones yang menancap pada gawaiku. Namun, sesuatu yang jatuh dengan dahsyat pada saat itu adalah pikiranku, alunan musik juga termasuk sih, alunan musik ini malah yang membawaku jatuh lebih dalam pada kenangan masa lalu. Jika kalian tanya mengapa aku ke tempat penjahitan baju, ya pada saat itu memang jadwal dimana aku harus mengambil pakaian-pakaian yang awalnya sudah aku titipkan dua minggu yang lalu di tempat itu. Aku juga tak sadar jika aku juga menjahitkan sweater milik kakak kelasku yang dipinjamkan olehnya kepadaku, namun sampai satu tahun pun aku masih belum ada keberanian untuk mengembalikan barang itu pada pemiliknya. Entahlah, setiap aku ingin  mengembalikannya, aku selalu melihat pemandangan yang membuatku mengurungkan niatku untuk mengembalikannya. Tapi jika diingat-ingat kejadian malam hari itu di tahun lalu, aku cukup berani untuk memulai pembicaraan dengan kakak kelas itu, bahkan ia saja meminjamkan sweater-nya itu karena khawatir aku kedinginan karena malam itu sedang hujan. Lucu ya, di tahun lalu, malam tanggal 3 Desember, aku memperhatikan langit hujan bersama lelaki yang ku suka, tetapi sekarang malah sendirian. Rasanya aku ingin tanya kepada semesta, apa tanggal 3 Desember ini harus selalu hujan setiap tahun ya? Jika begitu, aku khawatir akan tenggelam dalam masa laluku sendiri. Omong-omong, sweater itu tidak rusak, tidak sobek, hanya saja ada jahitan yang terbuka, entahlah karena sudah terlalu lama kusimpan dalam lemari atau memang sweater itu merindukan pemiliknya jadi aku memutuskan untuk membenarkannya kepada Bi Imah, penjahit langgananku. Sebenarnya, aku ingin membenarkan jahitan itu sendiri, tetapi aku ragu, takut jika akan lebih parah hasilnya. Hasil tangan Bi Imah memang selalu bagus, buktinya saja sweater itu sudah terlihat seperti pertama kali aku pakai pada malam tahun lalu.


Selasa, 18 April 2023

Fine Day

 18 04 2023, Selasa.

Hari ini hari terakhir aku masuk sekolah sebelum liburan hari raya, not so much things happened today.

Hari ini aku cuma pergi ke sekolah, terus sisanya aku di ruang osis seharian, pembagian zakat.

Tadi, aku main chemistry game sama kakak-kakak, temen-temen juga.

Ada; Kak I, Kak S, Kak J, Kak M, Kak D, Kak A(3), Kak N(2). Untuk temen-temenku ada, si R, si K, si A, si N, dan satu anak lagi, aku belum tahu namanya siapa.

Di game pertama aku berpasangan sama Kak S, poin kita 2.

Jadi, chemistry game ini terdiri dari beberapa pasangan, nah 1 pasangan itu ada 2 orang. Terus, setiap hitungan satu... dua.. tiga.. mereka harus nyebutin kata yang ada di pikiran mereka saat itu. Kalau mereka nyebutin hal yang sama, berarti mereka dapat poin.

Tadi, aku sama Kak S, berhasil nyebutin kata "Game" sama "Hari Raya" bareng, dan itu heboh banget.

Daan.. yaa... "something" terjadi waktu malamnya, tapi, itu gak sebanding sama hal-hal seru yang aku alamin di hari terakhir sekolah.

Mungkin besok aku bakal ikut kegiatan bagi-bagi zakat lagi, tapi liat kondisi dulu.

Dan...... ya........ lagi-lagi aku masih berharap sama diri aku sendiri, juga berharap sama masa depanku, untuk punya buku sendiri.

Punya buku sendiri, dan diterbitkan di toko buku ternama (dream list-ku sih gramedia, hehe).

Aaminn......

Senin, 10 April 2023

My Old Star.

 Hello. Day 1 writing on Blogger.

Today, I'm missing the same person as two days ago.

Mau mencoba hubungan baru, tapi susah rasanya. Rasanya dia masih ada. Masih ada sama aku.

Semua hal yang dia pernah lakuin membuat ku terbayang-bayang terus menerus.

Pernah gak sih, ada seseorang di hidup kalian yang mau kalian kasih tau seberapa berpengaruhnya dia di kehidupan sehari-hari kita, tapi kita gabisa.

Entah kehalang bahasa, kehalang rasa, gengsi, atau bahkan gakenal sama sekali.

Waktu gaada dia, kamu merasa butuh orang baru buat bisa ngelupain dia. Tapi, bener kata orang-orang, jangan gunain seseorang yang baru buat ngelupain sesuatu, apalagi masa lalu.

Tapi, disisi lain kita juga bingung, gimana ya, caranya biar bisa lupain dia tanpa melibatkan orang baru. Hmm... kesibukan??

Rasanya "kesibukan" itu cuma ngasih kita sementara waktu buat ngelupain dia karena kita terfokus sama hal yang lain. Setelah "kesibukan" itu selesai, usai juga fokus kita sama hal lain, dan balik lagi fokus kita ke dia.

Terkadang, mau luapin semuanya, gimana kita kangen sama dia, gimana kita kesel sama dia, tapi belum punya orang buat nyeritain itu semua. Toh, cerita ke temen juga bakal diceng-in gamon, yahaha.

Kangen, kangen banget, tapi nggak tau gimana nyampeinnya. Kita kan bukan siapa-siapa lagi.

Aku bingung kenapa aku kangen sama kamu, apa aku kangen kenangan kita, atau kehadiranmu, atau dua-duanya, aku nggak tau.

Yang pasti, aku tahu betul kalo temen-temen aku capek dengerin aku kangen sama kamu sedangkan kamu sudah bersikap kaya "gitu" sama aku. Aku tahu mereka kesal. Tapi, mereka gapernah liat kamu dari apa yang aku lihat. Yang selalu ngehabisin waktu sama kamu, dulu.

Ternyata, dunia pesulap, ya. Buktinya, bisa merubah seseorang dalam sekejap.

Aku selalu ngebayangin, jika aku bisa pake mesin waktu buat balik ke hari-hari dimana aku masih sama kamu dan aku bilang ke diriku saat itu, "Hey, di masa depan, kamu gabakal sama orang ini. Dia bakalan ninggalin kamu. Kamu juga ninggalin dia. Kalian sama-sama meninggalkan. Hanya kenangan yang jadi bukti dari kalian berdua." Aku rasa, diriku di saat itu bakal tertawa gila dan bilang aku dari masa depan itu orang gila, padahal kenyataannya gitu.

Karena, sejak aku sama kamu, sejak hari pertama aku jatuh sama kamu, aku nggak pernah mikirin hari-hari dimana kita udah gak bareng lagi.

Mungkin adalah satu dua kali aku mikir kaya gitu, tapi, kalau udah terealisasikan, rasanya itu dua kali juta milyar lebih sakit dari yang dikira. Anggap aja aku hiperbola, tapi rasanya emang kaya gitu.

Rasanya, wah... kita udah asing, ya. 

Dua insan yang dulu bener-bener deket kaya gitu..... bisa berakhir juga, ya?