Perkenalkan, 'Kopitiam'.

Perkenalkan.

Rabu, 19 Juli 2023

Suatu Malam.

Suatu Malam

Saat itu, langit malam dipenuhi dengan corak ungu, malam itu juga diiringi dengan angin yang membawa rasa kesepian. Aku terduduk disana, kedinginan, kesepian, juga penuh dengan memori akrab bersamamu. Aku percaya, ada dirimu di dalam hatiku yang kosong ini, karena setiap aku memejamkan mataku, yang terlihat jelas hanyalah dirimu.


Langit dan perasaanku malam itu, dipenuhi olehmu. Katamu waktu itu, hanyalah ketika kita tertawa bersama yang bisa membuat hatimu berdebar sekaligus takut. Katamu, kamu takut jika kamu akan menjadi bintang dan menghilang suatu saat nanti. Dan nyatanya, kamu memang menjadi bintang yang bersinar di malam gelapku. Dan dimana kamu akan beristirahat untuk sepanjang malam, aku akan tetap berada di sisimu, selalu. 


Saat itu aku berharap dengan air mata yang turun dari mataku, aku berharap lagu kesukaan kita yang aku dendangkan saat itu bisa mencapai langit, dan ketika aku memejamkan mataku,  aku berharap kamu menghampiriku. Dan aku berharap bahwa kamu, akan kembali dan menjadi bintang disisiku.


Ketika aku teringat dan rindu akan sentuhan hangatmu, bintang di langit menunjukkan cahayanya, menyinari ku. Anehnya, hatiku juga hangat ketika menerima cahaya bintang itu. Ternyata, seperti ini caramu untuk memberikan jawaban, ya. Terima kasih atas cahaya yang kamu berikan. Ketahuilah, aku masih akan merindukan kamu yang bersinar untukku. 



PF, 19 Juli 2023.

Inspired by: Starlight-Chani.


Salah satu lukisan yang aku temukan di pameran seni.

Terkadang, aku merasa seperti ranting yang menahan batu raksasa itu,
 tapi terkadang pula aku merasa seperti ranting yang berada di bawah batu tersebut.
Kadang, aku juga merasa seperti menahan beratnya batu raksasa, tetapi, 
 ketika aku merasakan itu, batu raksasa terlihat samar. Seperti ada dan tiada.

 


Minggu, 02 Juli 2023

Kita.

Irama dan melodi lagu yang ku putar malam ini, membimbing memori dalam kepalaku tertuju padamu, lagi.
Dan aku baru menyadari,
Aku tak merindukan mu.
Dan aku pun menyadari bahwa,
Aku hanya merindukan kita.

Dua insan dibawah kungkungan awan Januari lah yang aku rindukan.
Dua insan dibawah derunya hujan Januari lah yang aku dambakan saat ini.
Mereka lah yang menjadi pusat pikiranku malam ini.
Bukan kamu, bukan aku. 
Tetapi...
Kita.