Saat itu, langit malam dipenuhi dengan corak ungu, malam itu juga diiringi dengan angin yang membawa rasa kesepian. Aku terduduk disana, kedinginan, kesepian, juga penuh dengan memori akrab bersamamu. Aku percaya, ada dirimu di dalam hatiku yang kosong ini, karena setiap aku memejamkan mataku, yang terlihat jelas hanyalah dirimu.
Langit dan perasaanku malam itu, dipenuhi olehmu. Katamu waktu itu, hanyalah ketika kita tertawa bersama yang bisa membuat hatimu berdebar sekaligus takut. Katamu, kamu takut jika kamu akan menjadi bintang dan menghilang suatu saat nanti. Dan nyatanya, kamu memang menjadi bintang yang bersinar di malam gelapku. Dan dimana kamu akan beristirahat untuk sepanjang malam, aku akan tetap berada di sisimu, selalu.
Saat itu aku berharap dengan air mata yang turun dari mataku, aku berharap lagu kesukaan kita yang aku dendangkan saat itu bisa mencapai langit, dan ketika aku memejamkan mataku, aku berharap kamu menghampiriku. Dan aku berharap bahwa kamu, akan kembali dan menjadi bintang disisiku.
Ketika aku teringat dan rindu akan sentuhan hangatmu, bintang di langit menunjukkan cahayanya, menyinari ku. Anehnya, hatiku juga hangat ketika menerima cahaya bintang itu. Ternyata, seperti ini caramu untuk memberikan jawaban, ya. Terima kasih atas cahaya yang kamu berikan. Ketahuilah, aku masih akan merindukan kamu yang bersinar untukku.
PF, 19 Juli 2023.
Inspired by: Starlight-Chani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar