Tempat yang kudambakan sedari dulu, justru menjadi tempat yang ingin aku hindari untuk selamanya. Seolah di sana tak ada kehidupan untukku, seolah di sana semua terasa gersang bagiku. Katakanlah jika aku tak bersyukur pada nikmat-Nya, tapi aku sungguh tak kuasa. Aku selalu sibuk menerka-nerka sejak hari pertama, namun nihil hasilnya kurasa.
Kata mereka semua butuh waktu, kataku dalam hati kecilku, "Semuanya akan berlalu, ini hanyalah sebuah fase."
Semua orang mengatakan, bahkan keyakinanku pula kalau kecepatan orang berbeda-beda, namun apakah memang kecepatanku hanya sebatas ini? Selama ini?
Jika kau tanyakan aku mengapa dan kenapa aku tak bisa berlapang dada, akupun tak tahu. Apakah ini karena tak ada pegangan untukku di tempat itu? Namun jika aku mengatakannya, orang-orang hanya akan melihatku sebagai pribadi yang tak bersyukur. Sungguh, tak bermaksud hati aku bersikap seperti ini, tapi rasanya perasaan ini tak akan usai dengan cepat seperti butiran pasir yang terhembus angin dan terbang kesana kemari begitu saja. Justru hal itu bagaikan diriku saat ini, tak ada tempat berteduh, tak ada tempat untuk berpegang.
Rasanya berat sekali perasaan yang ada tak bisa kuungkapkan secara serius kepada siapa-siapa. Karena aku tahu, nantinya di mata mereka, aku hanya akan menjadi pribadi yang TIDAK BERSYUKUR.
Tetapi ketahuilah, bukan begitu maksudku. Maksudku, semua manusia mempunyai kekecewaan dan batas dirinya masing-masing, kan? Aku boleh untuk merasa pada titik itu, kan? Aku juga berhak untuk memiliki rasa kecewa, kan? Baik pada situasi, kondisi, ataupun diriku sendiri?
Rambutku yang rontok, bersamaan dengan mimpi-mimpi dan harapanku yang rontok. Kadang malu untuk menunjukkan muka di hadapan orang-orang lama yang mengenalku dengan jati diriku yang dahulu, namun kebalikannya, aku justru mendapat energi untuk bertahan hidup dari orang-orang itu.
Maksudku, tidak apa kan kalau sekali ini aku merasa putus asa? Kalau biasanya diriku yang memotivasi sekarang kehilangan motivasi dan arahnya? Kan katanya, 'dunia itu berputar'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar